Crafting stories with purpose—where every creation inspires, empowers, and connects.
Wednesday, March 25, 2020
On Wednesday 18th March Prada started the production of 80,000 medical overalls and 110,000 masks to be allocated to healthcare personnel, following a request from the Tuscany Region. The production plan provides for daily deliveries, which will be completed by April 6th. The articles are being produced internally at the Prada factory in Montone (Perugia-Italy) which has stayed open for this purpose and also thanks to support of a network of Italian external suppliers.
#PradaGroup
Tuesday, March 17, 2020
It's a really scary time, but we need to make social sacrifices right now", Taylor Swift, American Singer.
Put simply, the idea is to maintain a distance between you and other people — in this case, at least six feet.
That also means minimizing contact with people. Avoid public transportation whenever possible, limit nonessential travel, work from home and skip social gatherings — and definitely do not go to crowded bars and sporting arenas.
“Every single reduction in the number of contacts you have per day with relatives, with friends, co-workers, in school will have a significant impact on the ability of the virus to spread in the population”.
Many public schools, libraries, universities, places of worship, and sporting and cultural institutions have also shut down for at least the next few weeks. These measures are an attempt to enforce distance between people, a proven way to slow pandemics.
Monday, March 16, 2020
[All heil entrepreneur, start up, and SMEs. Saya memulai bisnis hanya berbekal seadanya. Sebuah intuisi, visi dan kecerdasan terbatas. Melewati proses jatuh-bangun yang panjang, semoga kalian bisa jauh lebih baik dan lebih cepat larinya dari saya. Semoga mendapatkan perspektif baru].
BAB 2.
Ini adalah pertanyaan yang sering muncul ketika mengisi kelas, bertemu, berdiskusi bahkan saat hangout santai dengan teman-teman: Bagaimana caranya usaha kita bisa masuk ke Kementerian? Bagaimana cara membangun networkingnya supaya bisa seperti M I U M O S A? Apa mbak Anin memakai jalur khusus (orang dalam)?
[Jawaban terbuka]
Sahabat-sahabatku, teman-temanku, dan rival-rivalku, itu karena pemikiran visioner saya sudah memetakan strategi perusahaan secara terstruktur dan sistematis dalam rentang waktu 5,10 bahkan puluhan tahun kedepan. Kenapa? Ya, memang kualias murni seorang leader adalah pemikiran visioner nya. Setuju?
Yang kedua, enggak harus kok masuk ke lingkaran Kementerian. Banyak cara menuju Roma. Sebaik-baiknya strategi adalah strategi owner dari usaha itu sendiri. Bukan kata mentor, bukan kata coach, bukan kata konsultan, bukan kata orang, bukan kata-kata speakers bahkan bukan kata-kata para cenayang. Percaya pada intuisimu sendiri. Asah terus, karena kualitas murni kedua seorang leader adalah intuisi yang tajam.
Kalau dalam kasus saya, simple-nya begini. M I U M O S A adalah pemain baru dalam dunia desain persepatuan. 2017. Segment market yang ditarget enggak main-main, kelas high end premium. Firm.
Pertempuran terbuka terjadi manakala harus dihadapkan oleh pemain lama merek-merek besar yang memonopoli pasar dan; barang-barang import dan counterfeit . Otak saya harus berpikir keras untuk sesegera mungkin menemukan audience nya (terpacu juga karena modal usahanya UMKM, Sole Proprietorship, Kecil). Ceruk pasar segmen ini sangat kecil (blue ocean), dimana orang-orang tersebut biasanya adalah sosok penentu yang memiliki suara dan pengaruh besar, mampu menggerakkan sesuatu. Sedikit.
Kemudian, jalan membimbing saya menuju Kementerian.
Kuncinya, menurut saya, adalah semakin cepat menemukan target audience, maka semakin cepat vektor-vektor lain dari business model usaha terpetakkan dengan sendirinya. Seorang sahabat pernah mengenalkan Business Model Canvas (BMC). Ya, pakai itu saja, pendekatan paling mudah dan gampang bacanya. Akurat. Tugas leader itu menyederhanakan hal-hal yang rumit agar eksekusi ke jenjang ke bawah berjalan efektif dan efisien.
Yang ketiga. Saya memulainya dari Nol dan tidak ada jalur istimewa. Antrian umum, jalur kurasi. Tahun 2019 bisa dibilang puncak portofolio M I U M O S A sebagai start up. Mulai dari Kegiatan Abang None Jakarta-Kepulauan Seribu, Manila Fame, BIP BEKRAF dan ditutup dengan sempurna dengan ASEAN Forum di Ho Chi Minh, Vietnam.
Yang terpenting adalah kesiapan bisnis itu sendiri. Teman-teman bisa mulai belajar mencari pitch deck yang problem-solving, solusi dari masalah yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Banyak kok sourcing nya. Dan, jangan lelah membangun reputasi, jejaring dan Interpersonal Communications. Understanding People.
Satu, dua dan tiga sudah dikasih tahu kuncinya. Apakah mumpuni menjadi jaminan lulus kurasi? Tidak. Saya enggak percaya faktor keberuntungan, semua pasti ada polanya.
Penutup bab 2.
Sebagai bentuk rasa syukur dan terima kasih, M I U M O S A mengadakan acara sederhana di penghujung tahun 2019. Coloring Indonesia, True Beauty. Mengundang dengan hormat Ibu Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM RI. Mengejutkan, beliau bisa hadir, tanpa diwakili. Terima kasih. Apresiasi luar biasa.
Pada salah satu paparannya, saya baru memahami bahwa ada faktor lain, mengapa usaha saya- yang tidak populer dan anti mainstream ini- bisa terpilih di banyak kurasi.
Saya tulis dalam huruf cetak tebal supaya tertanam di alam bawah sadar kita bersama ya. Semoga ini menjadi jawaban pamungkas dari pertanyaan FAQ di atas.
“Kami mendukung usaha orang-orang yang memiliki mental yang tangguh dan visi ke depan. Yang setiap jatuh, bangun lagi. Belajar dari kegagalan dan kesalahan, memperbaiki diri, berbenah, dan mulai lagi. Yang tidak berpangku tangan dan berharap mendapatkan bantuan atau suntikan modal keuangan saja. Sebuah usaha yang memang memiliki pondasi yang kuat dan siap menghadapi tantangan, itu yang akan kami dukung”.
Loud and Chrystal Clear.
Anindya Sukarni
Thursday, March 12, 2020
“Lulusan SMK masih dipandang sebelah mata oleh sebagian besar dunia usaha, oleh karena itu M I U M O S A terdorong untuk memberikan bekal hardskills dan softskills sebagai portofolio para siswa-siswi yang mengikuti program Internship. Kami harapkan para siswa-siswi menjadi lebih confident dan kreatif, bukan hanya pada saat mereka terjun ke dunia kerja, namun mampu membawa dampak perubahan positif di lingkup sekolahnya,” Anindya Sukarni, Founder & CEO M I U M O S A.”
Tidak terasa sudah angkatan ke-3 para siswa-siswi dari SMK Cybermedia Jakarta Selatan mengikuti program Internship M I U M O S A. Program Internship yang disiapkan umumnya sangat dekat dengan dunia kreatif millenial yaitu desain dan konten kreatif.
Para siswa umumnya akan terjun langsung dan berinteraksi dengan divisi terkait, bekerja dalam tim dan memecahkan masalah bersama-sama. Menggunakan silabus terpadu dan sistematis untuk mendapatkan hasil output yang terukur. Para siswa pun diharuskan mengikuti ujian kompetensi pada akhir masa Internship.
M I U M O S A sendiri adalah sebuah perusahaan desain sepatu dan tas yang menyasar kelas premium. “Saya memahami betul terdapat gap transfer knowledge yang terjadi. Jangankan siswa Internship, yang dedicated staf saja butuh waktu untuk memahami corporate culture dan values dari perusahaan. Industri fesyen itu sangat mengandalkan intuisi, sense of high taste dan artistik desain. Dan itu butuh effort yang tidak biasa,” imbuh Anindya.
Untuk menghasilkan sebuah proses yang efektif, biasanya tim M I U M O S A mempelajari dan menelusi kompetensi, arah minat dan bakat masing-masing siswa-siswi. Ada siswa yang sangat baik pemahamannya dengan aplikasi desain grafis, sementara yang lainnya, bisa jadi, lebih tertarik dengan konten kreatif dan sosial media.
Khusus tahun ini, tiga siswi mengikuti program internship pada bulan Februari hingga Mei 2020. Seorang siswi kompeten untuk membantu tim desain, seorang lainnya memiliki bakat untuk menulis konten kreatif, sementara satu siswi lainnya kami kenalkan dengan dunia digital marketing dan marketplace.
“Jika pada tahun lalu, kakak kelas mereka mampu menciptakan video kreatif campaign acara kami: Abang None Jakarta-Kepulauan Seribu 2019 dan Manila Fame 2019 yang turut kami publikasikan secara realtime di semua platform digital perusahaan. Harapannya tahun ini, para lulusan internship program dapat membuat sebuah produk kreatif yang menjadi kebanggaan dan prestasi pribadi maupun sekolahnya”,tutup Anindya. [Red].
Monday, March 9, 2020
All heil Entrepreneur, Start up and SMEs. Jika saya saja yang bisnisnya high risk aja bisa, masa kamu enggak bisa?
“I have been there before, long long ago and suddenly, destiny leads me to something that inner inside. When making a decision to go to the high fashion business, I know the consequences because I understand how is business running. In doing business, at least you have the knowledge at the nutshells. And the other part is that you are driven by your heart, your talent, and your passion.
[Masa-masa ini pasti akan dilewati. Beberapa ada yang tangguh, sementara yang lainnya berguguran. Dalam 3-5 tahun kritis ini, kita dituntut untuk bisa mendanai atau bootstrapping bisnis kita sendiri].
High fashion is a kind of business with high capital investment. No more agreed. Ceruk pasarnya sangat kecil, dengan segmen yang memiliki kemampuan daya beli yang tinggi. Menuntut kualitas dengan standard tinggi, jika perlu sempurna. Disini kita berbicara tentang crafsmanship, art, masterpiece, dan couture, yang tentunya tidak murah. Belum lagi bungkusan signature dari industri fesyen yang melibatkan produksi kreatif dan film, model, jetsetter, luxury, glamour dimana media tv dan majalah mendapat proporsi komersial terbesar. Disini kita berbicara tentang image dan anggaran.
Dari paparan singkat tadi bisa diambil kesimpulan, maka hanya konglomerat lah yang mampu memiliki dan menjalankan bisnis ini. And I am definitely not one of them. Problem #1.
Di banyak kesempatan (saat melakukan riset di tahun pertama dan terus melakukan riset secara berkelanjutan) saya berjalan-jalan di mall, pasar, butik, toko dan lain-lain, dimana ada beratus-ratus merek sepatu terpajang di sana. Lantas saya berpikir, bagaimana orang bisa menandai produk saya? Jangankan yang well-established brand, yang buatan lokal pun, tak terhitung jumlahnya. Tidak ada jalan lain selain menciptakan signature sendiri, tetapi akan berapa lama waktu yang harus disiapkan untuk ini? Seberapa kuat modal saya untuk mendanainya? Bagaimana dengan resources nya? Orang kreatif dengan kualitas taste yang bagus sangat sulit ditemukan. Problem#2.
Let us be honest. Orang Indonesia cenderung lebih suka barang impor atau barang yang cenderung murah. Perlu berpikir berpuluh-puluh kali mengeluarkan uang untuk produk lokal dengan kualitas baik. Tugas saya adalah merubah mindset itu. Tetapi berapa lama saya bisa persistent? #Problem #3
No Back Up. Ketika memutuskan untuk menekuni bisnis ini, tidak ada yang menyetujui. Mereka pikir saya gila, dan tentu saja, tidak bersedia mengulurkan tangan memberikan pertolongan. Pernah membayangkan dalam memulai bisnis, kamu enggak dapat dukungan dari orang-orang terdekat. Mereka justru mencibirmu dan mengatakan kamu tidak waras?
I wish I could be what everyone’s wants. But I just cant. I cant do trash. Saya terbiasa dengan barang-barang berkwalitas baik, tidak harus impor, selama memang pengerjaan dan kwalitasnya bagus. Barang-barang berkwalitas baik, usia pakainya akan lama dan awet. Yang paling penting adalah kita berkontribusi menyelamatkan bumi. Sampah fesyen adalah terbesar kedua setelah migas, trend Fast Fashion membuatnya lebih buruk, bahkan kita tenggelam dalam euphorianya. Omg, please save our earth! #Problem #4
Lalu apa yang selanjutnya dilakukan? Tidak lain tidak bukan, just do the business!
Saya menjual apartemen, seluruh barang-barang branded, mengambil tabungan dan aset-aset yang lain. Kurang lebih hampir 1 milyar terkumpul. Rasanya cukuplah buat bernapas dan “bakar duit” di dua tahun pertama.
Hal pertama yang dikerjakan adalah membuat infrastruktur TI nya terlebih dahulu. Lho kok Teknologi Informasinya? I feel happy and blessed karena kurang lebih lima tahun bergaul dengan para geeks, membuat sebuah perspektif baru dalam hidup saya.
Saya mempelajari bagaimana Hermès membangun bisnisnya selama kurang lebih 180 tahun, 98 tahun Chanel dan 50 tahun Manolo Blahnik. Berpikir keras melakukan lompatan inovasi di tubuh perusahaan saya hanya dalam hitungan tahun. Inovasi, Digital dan TI adalah keniscayaan.
Firm. Tiga orang IT expert adalah backbone M I U M O S A. Find the right team adalah pe-er kedua. Enggak bisa kebayang, bagaimana M I U M O S A tanpa mereka, udah kelar kali. Mungkin yang expert itu banyak, tetapi yang loyal itu seperti mencari jarum ditumpukan jerami. You cant get the big trust from cheap person, true?
[chapter 2 akan dibahas soal Design dan Inovasi. Kamu tahu, kami memikirkan setiap orang dengan sangat detail dan rinci. Berusaha memberikan pengalaman dan kepuasan tersendiri lewat signature style. Ada sesuatu security code yang kami benamkan disetiap produk-produk kami. Penasaran?]
Anindya Sukarni
Founder & CEO M I U M O S A
Tuesday, March 3, 2020
Kami sangat bersuka cita menyambut tahun 2020.Mengawali tahun 2020, M I U M O S A telah meluncurkan logo baru dan motif trademark yang menjadi signature style di seluruh produk premium kami. Sebuah simbol yang sangat mudah dikenali melalui logo, perpaduan warna korporat dan motif batik yang otentik. Tahun 2020 pun menjadi lompatan besar bagi kami untuk melakukan kolaborasi dan partnership dengan beberapa pihak terkait termasuk retail partners.
Hadir dan memperluas jangkauan marketing, promosi dan distribusi, kini produk M I U M O S A dapat ditemukan di marketplace B2B dan B2C kesayangan Anda dengan mudah dan terjangkau.
Selamat berbelanja dan temukan rakngaian koleksi tas dan sepatu kami yang mewakili kepribadian Anda. We love to make you feel Rare and Special [Red].
Monday, March 2, 2020
M I U M O S A kembali meraih recognition di tahun 2020 ini. Melalui program Indonesia Mall oleh Bank BRI, M I U M O S A telah lulus kurasi pada awal Februari 2020. Bersaing ketat dengan usaha-usaha kreatif lainnya di wilayah Jabodetabek, adalah sebuah kebahagiaan dan kebanggan bagi kami.
Beberapa bulan ke depan, semoga semua berjalan dengan baik, M I U M O S A bersama unit-unit usaha lainnya akan go live di beberapa marketplace ternama Indonesia dan Asia di bawah bendera Indonesia Mall Bank BRI. Artinya, channel promosi, marketing dan rantai distribusi kami lebih berkembang dan menjangkau Indonesia dan Asia lebih luas lagi.
Support dari Bank BRI seputar management culture, Edukasi dan Pengembangan Kapasitas, kesempatan eksibisi, coaching dan mentoring memiliki peran yang sangat penting untuk memantapkan posisi perusahaan di masa yang akan datang.
#wearemiumosa #creativeeconomy #entrepreneur
Thursday, February 27, 2020
It's no surprise that one great bag can be the star of any outfit. It can make or break a look. Thankfully, fashion month fall-winter 2020 is coming through with the latest hits, where designers are embracing all of the patterns, textures, and shapes we're dying to test out next season. At Longchamp, both the micro bag trend and the XXL tote live on), Tory Burch is going strong with leather goods you can wear on the daily, and there's even a new way to carry your crossbody—if you think vertically—spotted down the runway at Rag & Bone. And while investing in a staple bag is a smart move, you can always opt for the whimsical, as seen on the Area models toting an array of "bags" in the shape of folding chairs and the star-shaped wonders at Oscar de la Renta.