Crafting stories with purpose—where every creation inspires, empowers, and connects.
Thursday, February 14, 2019
Sejak dahulu, Betawi mempunyai banyak jenis kesenian atau tradisi yang dapat diangkat ke masyarakat. Salah satunya adalah tradisi palang pintu. Palang pintu mempunyai arti sebagai tradisi untuk membuka penghalang yang diwakili seseorang atau lebih agar dapat masuk ke suatu daerah. Tradisi ini biasanya di pakai pada acara perkawinan atau acara umum (menyambut tamu khusus pada acara tersebut).
Para pelaku Buka Palang Pintu merupakan orang-orang terpilih. Sebab mereka memiliki peranan masing-masing. Sedikitnya ada lima orang pendukung tradisi. Orang pertama berperan sebagai juru bicara, dan orang yang pandai berpantun. Orang ini dipercaya membawa pesan yang disampaikan dengan pantun sebagai bentuk sopan santun.
Kemudian ada pengiring, yakni tiga orang atau lebih pemukul rebana ketimpring yang sepanjang jalan menyenandungkan bacaan shalawat. Masih ada yang penampilannya ditunggu tunggu, yakni seorang pesilat sebagai simbol kesiapan pengantin laki-laki untuk berkeluarga dan melindungi rumah tangga. Terakhir tak kalah penting, ada pembaca sike. Seorang yang bersuara merdu yg menyenandungkan shalawat atau syair dengan irama sike ini merupakan simbol kesiapan batin calon pengantin laki-laki, bahwa dia siap membimbing istrinya
Thursday, February 14, 2019
Roti buaya adalah hidangan Betawi berupa roti berbentuk buaya. Roti buaya senantiasa hadir dalam upacara pernikahan dan kenduri tradisional Betawi. Suku Betawi percaya bahwa buaya hanya kawin sekali dengan pasangannya, karena itu roti ini dipercaya melambangkan kesetiaan dalam perkawinan.
Menurut JJ Rizal, ahli sejarah yang berdarah Betawi, seekor buaya hanya mempunyai satu pasangan seumur hidupnya. Atas kepercayaan inilah, orang Betawi menggunakan buaya sebagai perlambang kesetiaan. Dalam perikahan diharapkan agar pasangan saling setia. Ucap Rizal. “Hal ini sudah keliru, tapi tetap dibiarkan. Simbol kesetiaan itu sebenarnya tidak boleh sama sekali dimakan, mengingat buaya adalah hewan suci. Hingga sekarang, masih ada beberapa orang yang nganca, atau menganca, yaitu memberikan sesajen kepada leluhur buaya di kali atau sungai di Jakarta,”
Menurut sejarah yang ada di betawi roti buaya akan dipajang di tengah-tengah ruangan hingga acara pernikahan selesai. Setelah itu, roti tersebut akan ditaruh di atas lemari pakaian di kamar pengantin. Karena roti buaya tersebut keras dan tidak punya rasa, roti ini pun akan tahan lama.
Wednesday, February 13, 2019
How do you pursue your passion? Nike's famous tagline says, "Just do it!"
Some people get lucky and are born knowing their passion, and that's exactly what they do. Others face the end of their life still not knowing their calling. There is a middle ground, and it's not one without work. You know when you know is one of the most overused phrases that many cannot identify with. It takes soul searching to find the life you're meant for.
Think about what makes you happiest in this world. That may leads you to your passion.
Wednesday, February 13, 2019
Vespa adalah brand sepeda motor jenis skuter yang berasal dari Italia. Perusahaan induk dari Vespa, adalah Piaggio. Merek yang diedarkan oleh PT.Dan Motor Indonesia ini mempunyai penggemar fanatik, dan klub-klub penggemar Vespa (terutama Vespa klasik) menjamur diberbagai kota di Indonesia, dan sering disebut sebagai Piaggio Kodok karena mirip VW Kodok.
Motor ini juga mempunyai beberapa fakta unik, mulai dari penanaman Vespa yang tidak sengaja, terinspirasi dari pesawat, dan pernah memproduksi mobil, serta design Vespa yang tidak berubah-ubah.
Sejarah awal masuk Vespa ke Indonesia adalah pada saat pasukan perdamaian Indonesia yang bertugas di Congo mendapat hadiah dari pemerintahan berupa motor Vespa. Ternyata motor ini menarik banya perhatian warga dan akhirnya Vespa mulai membanjiri Indonesia pada tahun 1960-an. Orang-orang pun menyebutnya Vespa Congo.
Wednesday, February 13, 2019
Setiap kota tentunya mempunyai makanan khas masing-masing, yang pasti tidak sama baik rasa maupun ciri khas tersendiri dengan kota kota lain. Hal ini juga berlaku pada kota Jakarta, yaps kota Jakarta adalah ibu kota Indonesia, selain terkenal dengan kemajuan kota nya, kota Jakarta juga terkenal dengan makanan khas nya yaitu kerak telor.
Ketika zaman penjajahan Belanda dahulu, kerak telor tercipta secara tidak sengaja karena hasil coba-coba sekawanan orang Betawi yang tinggal di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Jakarta yang dulu terkenal dengan nama Batavia memiliki banyak pohon kelapa, sehingga para warga memanfaatkan buah kelapa untuk memasak beragam makanan, salah satunya kerak telor.
Sekitar tahun 1970, warga Betawi baru mulai berani menjajakan kerak telor di kawasan Tugu Monas. Dan makanan ini menjadi daya tarik yang membuat wisatawan berdatangan ke Jakarta hingga saat ini.
Wednesday, February 13, 2019
Rumah kebaya merupakan sebuah nama rumah adat suku betawi. Disebut dengan rumah kebaya dikarenakan bentuk atapnya yang menyerupai pelana yang dilipat dan apabila dilihat dari samping maka akan terlihat seperti lipatan kebaya.
Selain rumah kebaya, suku Betawi juga memiliki rumah adat lainya. Seperti: Rumah Gudang dan Rumah Joglo. Meskipun suku Betawi memiliki 3 rumah adat akan tetapi yang tercatat secara resmi menjadi rumah adat suku Betawi adalah rumah kebaya.
Ciri khas dari rumah ini adalah rumah ini memiliki teras yang luas yang berguna untuk menjamu tamu dan menjadi tempat bersantai keluarga. Pada zaman dahulu, masyarakat Betawi membuat sumur di depan rumahnya dan pemakaman yang berada disamping rumah serta dinding rumah yang terbuat dari panel-panel yang dapat dibuka dan digeser-geser ke tepinya. Hal ini di lakukan agar rumah terlihat lebih luas.
Rumah ini dapat dibedakan menjadi 2 bagian dari segi sifatnya, yakni bagian depan bersifat semi publik, sehingga setiap orang dapat melihat betapa asri dan sejuknya rumah tersebut. Dan yang ke dua adalah bagian belakangnya yang bersifat pribadi. Serta bagian ini hanya boleh dilihat oleh orang-orang dekat dari pemilik rumah.
Wednesday, February 13, 2019
Ondel-ondel adalah bentuk pertunjukan rakyat Betawi yang sering ditampilkan dalam pesta-pesta rakyat. Tampaknya ondel-ondel memerankan leluhur atau nenek moyang yang senantiasa menjaga anak cucunya atau penduduk suatu desa.
Ondel-ondel yang berupa boneka besar itu tingginya sekitar 2,5 meter dengan garis tengah ± 80 cm, dibuat dari anyaman bambu yang disiapkan begitu rupa sehingga mudah dipikul dari dalamnya. Bagian wajah berupa topeng atau kedok, dengan rambut kepala dibuat dari ijuk. Wajah ondel-ondel laki-laki biasanya dicat dengan warna merah, sedangkan yang perempuan warna putih. Bentuk pertunjukan ini banyak persamaannya dengan yang ada di beberapa daerah lain.
Menurut cerita yang berkembang, dahulu banyak terdapat penyakit yang tidak diketahui oleh masyarakat betawi. Penyakit tersebut diyakini karena ulah dari roh jahat yang datang ke kampung. Karena masalah ini, masyarakat kemudian melaksanakan sebuah ritual yang melibatkan sebuah boneka raksasa bertampang menyeramkan yang sedang menghisap ganja. Dan setelah boneka itu di arak keliling kampung oleh masyarakat sekitar, penyaki itu pun kemudian hilang. Dari sinilah kemudian Ondel- Ondel digunakan sebagai boneka penolak bala dan wabah penyakit oleh masyarakat betawi. Karena masyarakat setempat menjadikan Ondel- Ondel sebagai personafikasi dari nenek moyang atau leluhur yang akan melindungi mereka.
Dan betapapun derasnya arus modernisasi, ondel-ondel masih bertahan dan menjadi penghias wajah kota metropolitan
Wednesday, February 13, 2019
Bir pletok adalah minuman penyegar yang dibuat dari campuran beberapa rempah yaitu jahe, daun pandan wangi dan serai. Minuman tradisional ini dikenal di kalangan etnis Betawi. Agar warnanya lebih menarik, orang Betawi biasanya menggunakan tambahan kayu secang, yang akan memberikan warna merah bila diseduh dengan air panas.
Walaupun mengandung kata bir, bir pletok tidak mengandung alkohol.Minuman ini berkhasiat untuk memperlancar edaran darah. Masyarakat Betawi banyak mengonsumsinya pada malam hari sebagai penghangat.
Pada zaman penjajahan Belanda di Indonesia, banyak masyarakat betawi yang tergoda untuk mencoba meminum bir seperti yang banyak dilakukan oleh bangsa barat. Namun, setelah melihat efeknya yang kurang baik karena membuat orang menjadi mabuk dan selain itu juga melanggar ajaran agama. Karena orang-orang Betawi dikenal sebagai Muslim yang ta'at, maka berapa orang Betawi mencoba meracik bir yang dapat menghangatkan badan, namun tidak menyebabkan efek samping mabuk. Akhirnya terciptalah bir pletok yang rasanya nikmat, berkhasiat menghangatkan badan dan memiliki khasiat-khasiat lainnya yang juga menyehatkan tubuh.
Dan banyak khasiat yang di hasilkan jahe tersebut, seperti meredakan nyeri lambung, memulihkan radang sendi, Meredakan kram, rasa mual, batuk, dan gejala flu ringan