Story

Crafting stories with purpose—where every creation inspires, empowers, and connects.

/
Wonderful Indonesia: What is the Batik Betawi.

Monday, February 11, 2019

Indonesia merupakan negara yang sangat kaya akan hasil kerajinannya. Salah satu hasil kerajinan masyarakat Indonesia adalah batik. Semua orang tentu mengenal hasil kerajinan yang satu ini. Dunia pun sudah mengakuinya. Di setiap daerah hampir memiliki sekurangnya satu jenis atau motif batik, contohnya saja batik betawi. Betawi yang merupakan masyarakat asli Jakarta ini menjadi salah satu etnis yang sangat kreatif dan terkenal dengan seni drama atau lenongnya.


Batik Betawi  sendiri memiliki keunikan dibanding batik khas daerah lain. Keunikan yang ada terdapat pada warnanya yang mencolok, begitu juga dengan motifnya. Motif batik lebih terfokus pada kesenian budaya Betawi yang dipengaruhi oleh budaya Arab, India, Belanda, dan Cina. Dilihat dari motifnya, batik betawi terbagi dari beberapa jenis, yaitu Ondel-ondel, Nusa kelapa, Ciliwung, Rasamala, dan Salakanegara.

 

Keunikan lainnya dari batik Betawi adalah, warga Betawi, baik kalangan atas maupun bawah menggunakan motif yang sama, yang membedakan adalan pemilihan bahannya. Batik Betawi menjadi bahan pakaian yang populer di kalangan penduduk Betawi laki-laki pada akhir abad XIX, terutama di wilayah Betawi Tengah. Mereka menggunakan batik sebagai bahan celana seperti orang-orang Belanda. Selain itu, batik Betawi juga digunakan untuk pakaian sehari-hari, untuk keperluan hajatan (pesta) dan plesiran (jalan-jalan).

 

Namun sayangnya, kini batik kuno khas Betawi sulit untuk dijumpai lagi. Keberadaan motif kuno batik Betawi hanya sering ditemui pada pameran ataupun acara besar adat Betawi.

/
5 Referensi Tampilan Bernuansa Merah.

Monday, January 28, 2019

Menyambut Tahun Baru Imlek, apakah kamu sudah menyiapkan outfit yang akan dikenakan saat berkumpul bersama keluarga atau teman terdekat? Biasanya, Imlek identik dengan busana merah, bukan begitu ladies?. Agar mendukung gaya kamu jadi lebih maksimal, berikan referensi busana dengan nuansa merah. Yuk, simak!

 

1.Over Sleeves

Kini saatnya eksplorasi gaya kamu dengan busana berikut ini. Atasan dengan desain berlebihan pada bagian lengan, terlihat begitu unik dan membuat style kamu jadi berbeda. Padukan dengan ankle-length pants dan boots untuk hasil yang sempurna. Bersiap untuk jadi pusat atensi.

2. Color in Action

Berikut ini ada dua opsi untuk kamu yang senang memadu padankan kesan feminin nan seru. Seperti pada gaya dress beraksen ruffles bersiluet longgar. Kemudian, opsi lain adalah mix and match item rok lipit dan atasan kemeja flannel yang memberikan kesan street style.

3.Red Madness

Tampilan ini cocok untuk kamu yang ingin berpelesir ke pantai, dress minimalis ini tak akan monoton berkat belt yang menopang gaya jadi lebih stylish. Item dress berpotongan longgar dengan bahannya yang nyaman, juga akan membuat kamu jadi lebih leluasa saat beraktivitas. Sebagai tambahan, gunakan aksesoris seperti kacamata hitam dan topi pantai.

4.On Casual

Nuansa merah pada gaya berikut, tampak begitu simpel dengan atasan kaus dan celana berwarna senada, Sisipkan kesan girly nan klasik lewat sepatu loafer, topi baret, dan juga tas clutch. Coba deh.

5.Red on Red

Topang aksi kamu dengan busana denim berwarna merah yang tampak bergaya. Tampilan street style ini, akan terlihat nyentrik berkat item busana berwarna senada. Jangan lupa, kombinasikan dengan dad shoes dan waist bag yang trendi.

/
Whats New on M I U M O S A

Friday, January 11, 2019

Aims to be a digital leader in the fashion sector and motor of change of its industry, we put innovation at its best.

In order to ensure the long term reliability, we have been working hard on your behalf to create a brand new server infrastructure with redundancy, scabilitity and fast-response engagement. Leading Payment Gateway, which is our big issues for last two years, has been solved.

Engagement is gold. When you are comment, like, or share, you’re simply telling that MIUMOSA is providing value, relevant, informative, exciting, and also have a significant impact for better life.

So, whats new on our content this 2019?

Getting to know personal our founder & ceo, super duper creative team, inivative design on designers’ page, contributors, and heavy tons of idea on New features Founders’ Corner .

We are preparing the latest shoe collections in summer July 2019. Be ready to look Provocative Origin and don’t be surprised, there is a brand new thing outcomes from e-Store. We will never let you go without being stunning, instantly beautiful and, nothing more sexier than, Confident.

MIUMOSA fashion shoes soon available on boutique store in Jakarta. So, looks good, feels good and do the good. Be patient.

/
Pesta Wirausaha 2019: Creating Great Content

Thursday, January 10, 2019

Kreativitas mutlak diperlukan dalam berbisnis di era digital. Salah satunya adalah kemampuan membuat konten yang menarik. Produk dan pasar yang unik saja tak cukup mendongkrak kesuksesan sebuah bisnis. 

Memiliki passion dan intuisi tajam mengenai business of hi-fashion, mendorongnya untuk menciptakan brand sepatu fesyen miliknya sendiri, MIUMOSA. Untuk menjadi sebuah brand lokal yang kuat dan mampu bersaing di pasar global, berjualan saja tidaklah cukup. Membangun reputasi dan branding adalah proses panjang yang harus dinikmati.

Berkat kepiawaiannya mengolah konten digital, Anindya Sukarni mampu membawa MIUMOSA menjadi brand lokal yang cukup diperhitungkan di mancanegara. Berawal dari New York, sepatu fesyen miliknya merambah ke Eropa, Mid East, tak luput Asia, bahkan tawaran berkolaborasi dengan desainer sepatu asal Australia pun pernah dijalaninya.

Kini tak hanya sebagai sebuah brand sepatu fesyen, wanita lulusan Ilmu Komunikasi UI ini meramu MIUMOSA sebagai an integrated business of fashion dengan segudang terobosan inovasi digital dan konten-konten yang kreatif.

Didukung dengan *KOLABORAKSI* dan networking yang tepat, Anindya kini banyak memperoleh project dan klien dari luar negeri.

Mau tahu bagaimana cara menciptakan konten yang mampu menarik dan mengangkat brand serta bisnismu?

Yuk belajar *CREATING GREAT CONTENT* bersama Anindya Sukarni di Pesta Wirausaha 2019!

/
Flat-Boot Tricks That Won't Make Your Legs Look Short

Thursday, January 3, 2019

Many petite ladies may feel suddenly shorter when faced with comfy footwear, but we can guarantee there are ways around this style minefield

#1Match Your Boots to Your Bottoms for an Elongating Effect

Ankle boots have a natural tendency of cutting your leg off at an awkward position, thus making you look shorter than you are. Match your boots to your bottoms for a seamless, elongating effect: i.e., if you're wearing black boots, pair with dark-wash denim or black tights, or if you're going bare-legged, opt for boots in nude tones. 

#2Combine Flat Boots with Long-line Skirts and Coats

The shortening effect of flat boots can be balanced out by wearing long-line outfit additions. Pair heavy-duty boots with a midi skirt and ankle-skimming coat are so effortless stylish.

/
10 Model Busana yang Paling Sering Di-"Googling"

Wednesday, January 2, 2019

Lihat kembali tren fashion sepanjang tahun 2018 berdasarkan data mesin pencari raksasa Google. Gaya berbusana 80-an paling diminati di Amerika. Kata kunci "1980 Fashion" berada di peringkat pertama dan di nomor 10 ditempati oleh 80s mens fashion. Berikut adalah 10 busana yang paling banyak di-googling:

1. Fashion 1980-an, Model pakaian 1980 muncul kembali untuk musim gugur 2018 dan menjadi yang paling dicari. Tren ini diprediksi masih akan disukai sampai awal tahun 2018 ini. Busana mantel dengan bantalan bahu yang besar dan lebar serta gaun laffeta menjadi pakaian yang terinspirasi dari tren 80-an. Rumah mode Marc Jacobs banyak menampilkan gaya tahun ini.

2. Grunge Style, Di peringkat kedua ada Grunge Style sebagai busana yang paling banyak dicari. Gaya Grunge muncul di akhir tahun 80-an dan awal 90-an. Kemeja kotak-kotak, ripped jeans, kaus band, dan combat boots adalah bagian dari model tersebut masih terus dikenakan sampai saat ini.

3. Fashion 1990-an, Mengingat model pakaian 80-an dan Grunge berada kedua teratas, tak heran 90s fashion berada di posisi ketiga. Keduanya berjalan beriringan

4. Fashion 2000-an, Mungkin kita berpikir bahwa model pakaian 2000-an sudah berakhir. Nyatanya, perpaduan jaket dan celana panjang cukup banyak dicari pada tahun ini.

5. Meghan Markle, Di tahun 2017, perhatian dunia tertuju pada pengumuman pernikahannya dengan Pangeran Harry. Akan tetapi puncaknya terjadi pada bulan Mei tahun ini ketika ia memakai gaun pernikahan Givenchy. Setelah bergelar sebagai Duchess of Sussex, gaya berbusananya selalu memanjakan mata para pengemarnya, termasuk gaun-gaun yang dipakainya dalam tur kerajaan ke Australia, Selandia Baru, Fiji dan Tonga.

6. Men’s Fashion, Para pria mulai beralih ke internet untuk medapatkan saran tentang busana, sama seperti dengan wanita.

7. Harajuku Fashion, Pencarian dengan model pakaian ini semakin banyak dicari di tahun 2018 ini. Nama Harajuku mengacu pada satu pasar di Tokyo, Jepang. Dilansir dari Fashion Rebels, model pakaian ini mempunyai arti “gerakan melawan aturan sosial yang ketat dan tekanan untuk menaati norma yang berlaku”.

8. Hipster Style, Busana Hipster berada di 10 besar busana yang paling dicari. Kemeja Flanel, kacamata dengan bingkai besar, overall, beanies, dan worn-in Converse menjadi beberapa barang yang paling sering dipakai untuk gaya ini.  

9. Kate Middleton, Tak hanya Meghan Markle, Duchess of Cambridge atau Kate Middleton tetap berada di hati warganet. Kehadiran Pangeran Louis di keluarga kerajaan turut menjadi perhatian dunia. Tentu saja gaya berpakaian Kate menjadi perhatian utama, seperti Gaun Erdem yang dikenakannya pada saat jamuan makan malam di Stockholm.

10. 80s Mens Fashion, Busana 80-an ternyata lebih banyak dicari untuk para pria. Masyarakat di Colorado dan Washington menaruh minat yang tinggi untuk model berpakaian ini.
 

/
Mengenal 5 Jenis Bahan Pakaian dan Cara Merawatnya.

Friday, December 21, 2018

Pakaian tidak sekadar dibedakan dari desain dan merek, tapi juga bahan kain yang digunakan untuk membuatnya.

Setiap perancang busana memiliki alasan tersendiri dalam menentukan jenis bahan yang digunakan.

Mulai dari sifat dan fungsi bahan terhadap desain pakaian, hingga kualitas dan nilai tambah dari hasil akhir rancangan, ada berbagai jenis bahan pakaian yang dibedakan dari tekstur, bahan baku, elastisitas, ketebalan, dan lain-lain. Berikut lima jenis bahan pakaian dan cara

 

1. Katun, Bahan katun merupakan bahan yang umum dan banyak digunakan untuk membuat pakaian. Dibuat dari serat kapas, katun banyak digemari karena sifat bahannya yang lembut dan nyaman digunakan.
Meskipun bertekstur lembut, serat katun sangat kuat, dan tahan lama, asalkan dirawat dengan teknik yang tepat. Ada berbagai jenis kain katun yang dibedakan dari komposisinya, namun teknik pencucian bahan ini tetap sama, yaitu menggunakan media air. Katun adalah bahan yang mudah kusut sehingga proses penyimpanannya lebih baik digantung, bukan dilipat.

 2. Wol, yang umumnya terbuat dari bulu domba, merupakan bahan yang kerap digunakan untuk pakaian hangat atau sweater. Karena sifatnya yang elastis, bahan ini selalu diikuti petunjuk perawatan di setiap pakaian, untuk menghindari penyusutan atau pemelaran. “Gunakan air dengan suhu dingin dan hindari proses kucek terlalu keras serta tidak perlu diperas terlalu kencang."

3. Serat, Penting untuk diingat, baju dengan bahan 100 persen sutra sebaiknya dicuci dengan teknik dry cleaning, karena sifatnya yang lembut dan mudah rapuh
Apabila ingin mencuci kain sutra di rumah, hindari penggunaan sikat karena akan merusak bahan dasar pakaian. Selain itu, jangan memeras dengan bahan sutra dengan memelintir pakaian, tetapi menekan pakaian dari atas ke bawah. Proses menyetrika sutra pun perlu diperhatikan. “Lapisi baju sutra dengan kain ketika menyetrika, serta gunakan suhu yang tidak terlalu panas untuk menghindari kain yang mungkin akan lengket atau menempel pada alas sekitar”

4. Nilon, Sebagai kain berbahan sintetis, nilon dikenal karena sifat bahannya yang mudah menyerap warna pakaian lain dan rentan terkena luntur. Pisahkan baju berbahan nilon dari bahan-bahan lainnya, terutama pakaian berwarna terang atau putih. Jika diperlukan, bleach pada pencucian kain serat sintetis ini, gunakan bleach yang tidak mengandung klorin.

5. Chiffon, Jenis kain ini bersifat sedikit kasar namun ringan, sehingga dapat mengikuti bentuk tubuh pemakaiannya. Namun, dalam proses pembersihan, pisahkan bahan-bahan lainnya dengan kain yang mudah menyerap warna ini. Selalu gunakan air bersuhu ruangan atau dingin, apabila mencucinya di rumah dengan tangan atau mesin cuci.

 

/
Indonesia’s 50 Richest

Saturday, December 15, 2018

Methodology

The Forbes list of Indonesia’s 50 Richest was compiled using shareholding and financial information obtained from the families and individuals, stock exchanges, annual reports and analysts. The ranking lists both individual and family fortunes, including those shared among company founders and their immediate relatives. Private companies were valued based on similar companies that are publicly traded. Public fortunes were calculated based on stock prices and exchange rates as of November 30, 2018. Some people will become richer or poorer within weeks—even days—of publication.

Forbes ranks Indonesia's 50 richest people


1. Budi dan Michael Hartono: US$ 35 miliar setara Rp 507,5 triliun
2. Susilo Wonowidjoyo: US$ 9,2 miliar setara Rp 133,4 triliun
3. Eka Tjipta Widjaja: US$ 8,6 miliar setara Rp 124,7 triliun
4. Sri Prakash Lohia: US$ 7,5 miliar setara Rp 108,75 triliun
5. Anthoni Salim: US$ 5,3 miliar setara Rp 98,05 triliun
6. Tahir: US$ 4,5 miliar setara Rp 65,2 triliun
7. Chairul Tanjung: US$ 3,5 miliar setara Rp 50,75 triliun
8. Boenjamin Setiawan: US$ 3,2 miliar setara Rp 46,4 triliun
9. Jogi Hendra Atmadja: US$ 3,1 miliar setara Rp 44,9 triliun
10. Prajogo Pangestu: US$ 3 miliar setara Rp 43,5 triliun
11. Low Tuck Kwong: US$ 2,5 miliar setara Rp 36,25 triliun
12. Mochtar Riady: US$ 2,3 miliar setara Rp 33,35 triliun
13. Putera Sampoerna: US$ 1,75 miliar setara Rp 25,4 triliun
14. Peter Sondakh: US$ 1,7 miliar setara 24,65 triliun
15. Martua Sitorus: US$ 1,69 miliar setara Rp 24,5 triliun
16. Garibaldi Thohir: US$ 1,67 miliar setara Rp 24,2 triliun
17. Theodore Rachmat: US$ 1,6 miliar setara 23,2 triliun
18. Kuncoro Wibowo: US$ 1,58 miliar setara Rp 22,9 triliun
19. Alexander Tedja: US$ 1,5 miliar setara Rp 21,75 triliun
20. Husain Djojonegoro: US$ 1,46 miliar setara Rp 21,2 triliun
21. Bachtiar Karim: US$ 1,45 miliar setara Rp 21,03 triliun
22. Murdaya Poo: US$ 1,4 miliar setara Rp 20,3 triliun
23. Eddy Katuari: US$ 1,35 miliar setara Rp 19,6 triliun
24. Djoko Susanto: US$ 1,33 miliar setara Rp 19,3 triliun
25. Sukanto Tanoto: US$ 1,3 miliar setara Rp 18,85 triliun
26. Eddy Kusnadi Sariaatmadja: US$ 1,29 miliar setara Rp 18,71 triliun
27. Ciputra: US$ 1,2 miliar setara Rp 17,4 triliun
28. Ciliandra Fangiono: US$ 1,19 miliar setara Rp 17,26 triliun
29. Husodo Angkosubroto: US$ 1,15 miliar setara Rp 16,68 triliun
30. Harjo Sutanto: US$ 1,1 miliar setara Rp 15,95 triliun
31. Hary Tanoesoedibjo: US$ 980 juta setara Rp 14,21 triliun
32. Sudhamek: US$ 920 juta setara Rp 13,34 triliun
33. Lim Hariyanto Wijaya Sarwono: US$ 910 juta setara Rp 13,2 triliun
34. Osbert Lyman: US$ 900 juta setara Rp 13,1 triliun
35. Hashim Djojohadikusumo: US$ 850 juta setara Rp 12,33 triliun
36. Sjamsul Nursalim: US$ 810 juta setara Rp 11,75 triliun
37. Kusnan dan Rusdi Kirana: US$ 800 juta setara Rp 11,6 triliun
38. Danny Nugroho: US$ 790 juta setara Rp 11,46 triliun
39. Soegiarto Adikoesoemo: US$ 780 juta setara Rp 11,31 triliun
40. Aksa Mahmud: US$ 775 juta setara Rp 11,24 triliun
41. Irwan Hidayat: US$ 750 juta setara Rp 10,88 triliun
42. Achmad Hamami: US$ 725 juta setara Rp 10,5 triliun
43. Tjokrosaputro Benny: US$ 670 juta setara Rp 9,7 triliun
44. Arini Subianto: US$ 665 juta setara Rp 9,64 triliun
45. Edwin Soeryadjaya: US$ 660 juta setara Rp 9,57 triliun
46. Arifin Panigoro: US$ 655 juta setara Rp 9,5 triliun
47. Sabana Prawirawijaya: US$ 640 juta setara Rp 9,28 triliun
48. Kardja Rahardjo: US$ 625 juta setara Rp 9,06 triliun
49. Kartini Muljadi: US$ 610 juta setara Rp 8,85 triliun
50. Abdul Rasyid: US$ 600 juta setara Rp 8,7 triliun