Crafting stories with purpose—where every creation inspires, empowers, and connects.
Tuesday, November 27, 2018
Tari Saman adalah tarian suku Gayo yang khas yang dilakukan untuk merayakan peristiwa penting dalam adat. Puisi dalam tarian saman menggunakan Bahasa Gayo. Selain itu, tarian ini biasanya dilakukan untuk merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Dalam beberapa literatur, tarian saman di Aceh didirikan dan dikembangkan oleh Syekh Saman, seorang sarjana dari Gayo di Aceh Tenggara.
Tari Saman adalah salah satu media untuk menelpon pesan (dakwah). Tarian ini mengalirkan pendidikan, agama, sopan santun, kepahlawanan, kekompakan dan kebersamaan.
Pada umumnya, tarian saman dimainkan oleh belasan atau puluhan laki-laki, tetapi jumlahnya harus ganjil. Pendapat lain mengatakan tarian ini ditarikan kurang lebih dari 10 orang, dengan rincian 8 penari dan 2 orang sebagai pemberi aba-aba sambil bernyanyi. Namun, dalam perkembangan di era modern yang menghendaki bahwa suatu tarian itu akan semakin semarak apabila ditarikan oleh penari dengan jumlah yang lebih banyak. Untuk mengatur berbagai gerakannya ditunjuklah seorang pemimpin yang disebut syekh. Selain mengatur gerakan para penari, syekh juga bertugas menyanyikan syair-syair lagu saman, yaitu ganit.
Lagu dan puisi para pemisah bersama dan terus berlanjut, para pemainnya terdiri dari pakaian tradisional. Presentasi tarian ini juga bisa dilakukan, diperebutkan antara kelompok tamu dengan kelompok dua (dua kelompok). Penilaian berfokus pada kemampuan masing-masing kelompok dalam gerak, tarian dan nyanyian (syair) yang dihadirkan oleh lawan
Friday, November 23, 2018
Sudah pernah mencoba klik menu chat di bagian kanan bawah website Miumosa? Mungkin Anda bisa mencobanya sekarang.
Chatbot adalah program yang dapat ditanam dalam aplikasi messaging dan berinteraksi dengan pengguna seolah sedang mengobrol dengan manusia. Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan ini secara otomatis dapat menanggapi pertanyaan dan keluhan pengguna dengan baik. Dengan begitu, chatbot bisa meningkatkan customer engagement karena mengutamakan komunikasi dua arah dan kecepatan dalam berinteraksi dengan pelanggan.
Tuesday, November 13, 2018
Reog adalah tarian tradisional indonesia. Ada banyak jenis Reog di Indonesia, tapi yang paling menonjol adalah Reog Ponorogo (Jawa Timur) dan Reog Sunda (Jawa Barat). Meski sama-sama memiliki nama yang sama, tidak ada hubungan atau tema serupa di antara tradisi ini. Reog Ponorogo nampaknya semacam tarian yang menunjukkan kekuatan fisik dan topeng serta kostum singa-peafowl yang mewah, sementara Reog Sunda lebih mirip tarian musik tradisional dan komedi.
Reog adalah tarian tradisional yang menjadi identitas utama Kabupaten Ponorogo. Festival Nasional Reog diadakan setiap tahun bersamaan dengan hari jadi Ponorogo dan perayaan Grebeg Suro. Tarian Reog juga dipentaskan setiap malam di bulan purnama di Paseban, alun-alun kota Ponorogo. Reog bercerita tentang perjuangan seorang pangeran yang akan melamar seorang putri cantik. Reog Ponorogo menceritakan tentang perang mitos antara Raja Ponorogo dan makhluk singa ajaib yang disebut Singa Barong.
Monday, October 29, 2018
Sponsored.
Wedding. Hangouts. Catwalks. Runway. Proms. Dating. Graduation. Wardrobe for Television & Entertainment Showbiz. Party. Cocktail. Birthday Bash. Ceremony. And more special moments.
Shoes are the last thing you need.
Pay as You Rent. Special Offer to 590.000 IDR/Month.
Phone. +6221 2278 4692
Mobile Whatsapp +628128 414 258
Chatbot on www.miumosa.com
Thursday, October 25, 2018
Ditulis dengan gaya penulisan bebas dan dari hati. Anindya
Thursday, October 11, 2018
Indonesia - a vast archipelago comprising more than 17,000 islands - contains a population numbering around 255 million people; a number that makes Indonesia the fourth most populous country in the world. These impressive numbers also imply that significant cultural, ethnic, religious and linguistic diversity can expected to be found within its boundaries.
Through unity in diversity, we underlined a new wave contemporary of weaving Samarinda-in collaboration with Aemtobe- through Tabba Male BI & Balo sikko laa and heritage coastal batiks – Batik Tiga Negeri- which is attributed to three regions: Lasem, Pekalongan, and Solo, where the batik would be dipped in vibrant colours and patterns red, blue, and sogan dyes respectively. All of this awesomeness together in Miumosa fashion show the Heels Heritage which taken at city of Baku, Azerbaijan last 13th to 15th September 2018.
Here are the list.
Monday, October 1, 2018
CIFFEST 2018 diselenggarakan secara bersamaan dengan Animasi Cikini (ANIMAKINI) 2018 yang merupakan bagian dari program BEKRAF Creative Labs. Perhelatan kolaboratif ini memberikan ruang bagi generasi muda berkarya dalam industri kreatif baik fashion maupun animasi. Dengan mengusung tema Bangga Menggunakan Karya Anak Negeri, CIFFEST 2018 mempersembahkan hasil kolaborasi dengan ANIMAKINI 2018.
Gelaran fashion dan animasi ini didukung oleh sederet profesional dan pelaku industri kreatif yang telah mencapai kesuksesan. Diisi dengan peragaan busana hingga talkshow, CIFFEST dan ANIMAKINI 2018 ini dihadiri sejumlah sekolah mode lainnya. Sederet desainer kenamaan tanah air juga ikut membagikan ilmu dan strategi brand mereka masing-masing kepada generasi muda penerus.
“Tujuan CIFFEST diharapkan dapat menjadi prakarsa strategis dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif fashion di lini rantai nilai kreasi, produksi, dan konservasi,” ujar Direktur Riset dan Pengembangan BEKRAF, Dr. Ir. Wawan Rusiawan, M.M.
Fashion show berupa pertunjukan seni yang menggunakan fashion dengan multimedia animasi akan menampilkan karya sekolah mode. Selain itu juga fashion show ini sekaligus menginterpretasikan Trend Forecasting 2019/2020 bertema singularity yang terbagi menjadi empat tema, yaitu: Exuberant, Cortex, Neo Medieval, dan Svarga.
Setiap karya yang ditampilkan memiliki konsep yang cukup berbeda, yakni: digital print, laser cut, embellishment, beading, hand embroidery yang mempertahankan isi handmade di tengah tren kekinian.
Monday, October 1, 2018
Awal yang penuh dengan drama membayangi awal perjalanan budaya dan bisnis ke kota Baku, Azerbaijan. Sedari awal, keraguan dan kekhawatiran membayangi pikiran saya. Jika bukan karena dorongan banyak pihak, internal maupun eksternal, pada akhirnya, 11 September 2018, berangkat lah saya ke kota Baku, Azerbaijan
Pariwisata dan budaya Indonesia dipentaskan secara paripurna di Indonesia Culture Festival (ICF) 2018, Azerbaijan. Kerjasama antara KBRI setempat dan mahasiswa Indonesia. Miumosa turut mendukung acara ini melalui Fashion Show: the Heels Heritage pada acara Malam Puncak tanggal 13 September 2018.
Kota Baku terletak di pesisir Laut Kaspia. Bukan laut, sebenarnya, melainkan danau besar yang membatasi Azerbaijan dengan Rusia, Kazakstan, Turkmenistan dan Iran.
Beberapa menjuluki Baku sebagai kota kecil Paris. Jika melihat jalan besar yang membentang di pusat kota, wisatawan akan menyaksikan sisa-sisa peradaban Barat melalui kemegahan arsitektur bangunan yang masih utuh terjaga. Pertokoan ritel mewah seperti Armani, Gucci, Dior, Ferrari dan masih banyak yang lainnya pun berjejer rapi, menyatu dengan keglamoran bangunan yang berdiri.
Informasi tentang objek wisata dan sejarah dapat dengan mudah di cari di mesin pintar Google, jadi saya tidak akan membahasnya lebih jauh.
Ketertarikan khusus ada pada seni arsitektur bangunan pada Heydar Aliev Center, dimana bangunan artistik ini menjadi tempat literasi transisi kultur budaya dan seni busana Azerbaijan dari masa ke masa. Sedikit ulasan potensi bisnis yang menjadi poros utama perekonomian. Dan, yang paling menarik adalah bahasan topik tentang kultur dan bagaimana karakter orang Azerbaijan itu dalam kesehariannya.
Dari pagelaran budaya ICF, Miumosa memiliki ketertarikan khusus tentang seni budaya Reog Ponorogo. Jika selama ini kita mengetahui Reog sangat kental dengan hal-hal yang berbau mistik dan ilmu kebatinan yang kuat, setelah membaca indepth interview khas Miumosa dengan salah seorang inisiator milenial cagar budaya Reog, bisa jadi wacana baru akan memperkaya dan merubah sudut pandang Anda.
Ulasan lengkap ini dapat Anda simak secara lengkap lewat buletin newsletter/e-newsletter Miumosa Editor, yang didistribusikan secara cetak maupun elektronik ke seluruh shareholders, vendors, business partners, customers dan yang terkait. Bagi Anda yang ingin mendapatkan, dapat melakukan registrasi “subscribe” melalui link website resmi kami http://miumosa.com/account.
Selamat menjelajahi Kota Baku, Azerbaijan.
Salam hangat,
Anindya Sukarni